Panjang mulud

Seperti kita tahu umat islam di indonesia mempunyai banyak cara untuk memperingati lahirnya nabi besar Muhammad SAW,bahkan berbeda daerah,berbeda pula cara memperingatinya.Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan,bahkan ini adalah metode para penyebar ajaran islam untuk berdakwah.

Di kota tempat saya tinggal,yaitu kota serang provinsi banten,untuk  memperingati maulid adalah dengan menggelar tradisi Panjang Mulud.

“Panjang” sendiri adalah sebutan untuk telur bebek / ayam (yang sudah direbus) yang di hias,dengan warna corak dan bentuk yang beragam,lalu telur tersebut dipasang pada bambu (yang sudah dibelah kecil kecil) kira kira panjangnya 25-cm.nah telur hias tersebut dipasang pada bakul yang berisi nasi,lauk pauk dan segala panganan,mungkin karna bambunya yg panjang maka disebut “panjang”

lalu disebut panjang mulud,mulud dari kata maulid / milad = hari kelahiran.karna memang panjang ini ada pas bulan mulud saja (robiul awal bulan kelahiran nabi)

panjangan salah satunya berisi telur yang dihias

panjang, telur yang dihias

panjangan + bandeng bumbu kuning :9

panjang mulud + bandeng bumbu kuning :9

Seiring dengan waktu,panjang mulud semakin fariatif,tidak mesti seperti yang diterangkan diatas,sekarang beda kepala keluarga beda kreasi,bahkan demi kemeriahan ada yang berbentuk perahu,bouroq,dll.

salah satu kreasi panjangan yang sedikit modern (tidak pakai bakul lagi )

salah satu kreasi panjangan yang sedikit modern (tidak pakai bakul lagi )

Dari kreasi panjangan inilah  maka peringatan maulid mempunyai daya tarik tersendiri.

Tahun ini  peringatan maulid nabi pada kalender nasional jatuh 24 Desember 2015,tapi kalau dikampung kampung tidak mesti tepat tanggal tersebut.

nah untuk kampung saya,diperingati tanggal 26 desember,tepat hari senin.rencana awalnya sih akan digelar  hari minggu tanggal 25.namun ditanggal tersebut para pendzikir sudah fully booked….. pendzikir?

Pendzikir itu sendiri adalah sekelompok santri + ustadz + alim ulama yang diundang kampung yang mengadakan maulid,untuk membacakan dzikir,isi dzikirnya berbeda dengan dzikir biasanya,isinya  petuah para wali,sholawat kepada rosul dll,dengan  nada lagunya yang khas.

para penzikir yang sedang melantunkan sholawat.

para penzikir yang sedang melantunkan sholawat.

Seiring para penzikir melantunkan sholawat,kami para pemuda dan panitia mengangkut panjang mulud dari masing masing rumah warga,untuk dikumpulkan di depan masjid,cara mengumpulkannya pun unik,yaitu dengan diiringi marawis,bahkan pakai ondel-ondel 😀

iring iringan

iring iringan ini untuk meramaikan saja,begitu pula untuk ondel-ondel.

Saya pun mengikuti iring iringan,sampai saat ini saya masih senang melihat panjangan,karna tiap tahun berbeda,dan atmosfernya yang begitu ceria 🙂

iring iringan

iring iringan

Namun pagi itu hujan sedikit turun,setelah berteduh sejenak,iring-iringan pun tetep beriring

panjangan yang berbentuk perahu

meski gerimis ,lanjut terus

panjangan tahun ini banyak yang berbentuk perahu,dan diisi dengan pakaian,ada sarung,sajadah,kain,kerudung,sembako,bahkan celana dalam pun ada 😀

Tak ada payung,CD pun jadi :D

Tak ada payung,CD pun jadi 😀

tidak hanya itu,bahkan ada juga yang panjang mulud nya lemari

sodaqoh dalam bentuk lemari

sodaqoh dalam bentuk lemari

Nantinya panjang mulud ini Baca lebih lanjut

Iklan